Membuat Film danVideo, Hobi Yang Menjadi Peluang
Penulis
: Arini Rahmatul Hidayah
Tema: Disrupsi
SURABAYA
– Wildan Rafli (17) dan As’ad Surya (18) anak muda yang
mempunyai hobi di dunia industri kreatif, seperti Film, Fotografi, dan Video.
Mereka memberi tanggapan seputar itu di Bara Cafe, Pagesangan Baru, Surabaya,
Sabtu (24/09/2022).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
industri yaitu kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan
sarana dan peralatan, sedangkan kreatif adalah kata sifat yang mencerminkan
bahwa seseorang atau kelompok terkait memiliki daya cipta dan kemampuan untuk
menciptakan.
Wildan Rafli (17) seorang siswa SMK YPM 1
Taman mengatakan bahwa ini sudah menjadi hobinya sejak kelas enam sd dan
melihat potensi cuan yang cerah di
era digital seperti saat ini. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya belajar secara
otodidak melalui internet seperti youtube, tiktok, dan instagram. Namun disisi
lain ia juga belajar dari teman-teman yang lebih senior.
Proses pembuatan video sendiri ternyata
tidak mudah, ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk membuat sebuah video
seperti yang dikatakan oleh Wildan, “sebelum membuat video, tentu saja harus
melakukan tahapan, yang pertama yaitu perencanaan konsep video yang akan
dibuat, setelah melalui tahap perencanaan konsep, saya biasanya langsung
melakukan eksekusi sesuai rancangan konsep yang telah dibuat, tetapi kadang
ditengah jalan ada juga saat-saat untuk ber improvisasi
entah itu karena kondisi lapangan atau faktor lainnya yang mempengaruhi
perubahan rencana tersebut. Lalu setelah melakukan tahapan pengambilan video
selesai, saya menyusun hasil ekseskusi tadi dalam software editing sehingga bisa menjadi kesatuan hasil video yang
maksimal, lalu saya mempostingnya di sosial media pribadi saya”.
“dan pada dasarnya untuk biaya yang
dikeluarkan pada bidang videografi tidak bisa tergantung pada satu angka,
karena kita juga melihat rencana konsep video seperti apa yang mau dibuat, jadi
tidak ada nominal pasti dalam biaya untuk suatu karya video. Untuk penghasilan
biasanya dari mengerjakan teaser wedding
dapat dua ratus ribu an dalam durasi satu menit”, imbuhnya.
As’ad Surya (18) ia mengatakan bahwa dirinya sudah sedari
kecil terjun di dunia seperti ini. Karena dari ayah dan keluarga besarnya
menyukai bidang fotografi dan videografi. Ia juga menjelaskan bahwa sejak kecil
dirinya suka menonton film. Kalau ada film baru, ia suka mengomentari bagaimana
gambar, editing, dan jalan cerita dari film tersebut. Ia mengeskplor lebih
dalam di Sekolah Menengah Kejuruan (broadcasting).
Namun ia lebih sering belajar otodidak dengan terjun langsung.
“Untuk proses pembuatan film itu sendiri
juga memerlukan beberapa tahapan. Yang pertama kita mencari ide, lalu ada pra
produksi disitu kita buat script
breakdown seperti casting pemain, penentuan jadwal produksi, durasi waktu,
lokasi, membangun set, menentukan rasio, perencanaan shot dan gerakan kamera, selanjutnya proses produksi, kemudian
proses pasca-produksi, disinilah proses editig dilakukan”. Ungkapnya pada
(24/09/22)
“Kalau untuk biaya produksi pembuatan film
tugas sekolah waktu itu alhamdulillah cuma ngeluarin uang satu juta lima ratus.
Itu untuk bensin 2 mobil, biaya makan, biaya talent, juga biaya untuk yang
mempunyai rumah saat syuting. Kalau dari tugas tidak ada penghasilan, Cuma
kalau buat syuting film aku sendiri dapetnya tergantung dari posisiku. Kalau
skalanya besar ya bisa dapat tiga juta ke atas, pernah dapet sepuluh juta juga.
Kalau dari event biasanya paling kecil enam ratus ribu paling besar sembilan
ratus ribu”.
Arin Rahmatul Hidayah
22041184130

Comments
Post a Comment