Hard News: Donasi Untuk Korban Penganiayaan, Hamidi


Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 15.15 WIB, terjadi penganiayaan pada Hamidi Muhammad Rizqi (22) di depan sebuah minimarket yang berada di Jalan Ahmad Yani, pada  sisi timur Alun-alun Kota Mojokerto. Kejadian itu bermula saat Hamidi sedang duduk di teras minimarket menunggu nasabahnya untuk membayar angsuran. Kemudian, seseorang yang tak dikenal datang menghajarnya dengan membawa balok kayu. Tidak cukup menggunakan balok kayu, pelaku menghantam kepala korban dengan salah satu kursi minimarket. Kondisi korban saat itu diam tidak bisa melawan. Meskipun kondisi minimarket cukup ramai, warga yang berada di sekitar lokasi tidak berani melerai keduanya.

Diduga, pelaku berinisial H (24) diterka api cemburu, H menduga korban berselingkuh dengan istrinya S (24). Namun, hal itu belum terbukti. H menikah dengan S pada 3 bulan yang lalu. S saat itu merupakan nasabah dari Hamidi yang akan melakukan angsuran pada hari tersebut. Pelaku kini sudah diamankan pihak berwajib. Polisi akan mengirimkan surat pemanggilan pemeriksaan pada pelaku.

Hamidi saat ini sedang melakukan perawatan intensif di RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto. Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah. Darah mengucur dari kepalanya akibat benturan dari balok kayu. Menurut dokter, Hamidi harus dioperasi 3 kali dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya perawatan awal menembus angka 30 juta. Orang tua korban sudah tidak bekerja, Hamidi lah tulang punggung keluarganya. BPJS tidak sanggup untuk mengcover dikarenakan kejadian tersebut adalah kasus penganiayaan. Keluarga membutuhkan uluran tangan untuk membantu biaya pengobatan Hamidi. Sehingga teman korban, Alvian Tedy Aditya,  mengunggah apa yang dialami Hamidi pada tweetnya. Ia menceritakan kronologi kejadian tersebut.  Alvian juga membantu membuatkan link kitabisa.com agar teman-teman diharapkan dapat membantu Hamidi.

https://kitabisa.com/campaign/bantuhamidipulih

Kondisi Hamidi kini ia sudah melakukan operasi pertamanya, syarafnya terganggu. Ia masih membutuhkan operasi untuk rahang dan tempurungnya yang hancur. Kini ia sudah dapat mengenali ibu dan kakaknya saja, sebelumnya ia hanya mengenali ibunya saja. Namun, ia belum sadar penuh terhadap apa yang ia alami kini.

Nadya Fitrah Budiarti

22041184128

 

Comments