Soft News: Selentingan Kpop Terhadap Kebudayaan Lokal, Apakah Benar Sudah Memudar?
Tema: Budaya Populer
Apapun seputar Korea sedang booming
di berbagai negara saat ini termasuk Indonesia. Mulai dari makanan yang ramai disebut
K-food, drama korea yang akrab disebut K-drama, atau genre musik yang pasti
sudah banyak diketahui masyarakat luas, K-pop.
Banyak Kpopers (sebutan bagi orang-orag
yang menyukai K-pop) tersebar hampir di seluruh wi;yah Indonesia. Hal itu
menandakan budaya korea mampu masuk juga menularkannya kepada masyarakat. Namun
bebrapa pihak menyebut Kpopers adalah orang yang terlalu mengagungkan
kebudayaan Korea sehingga lupa akan kebudayaan Indonesia sendiri. Lalu
bagaimana tanggapan Kpopers? Berikut rangkuman jawabannya.
Menurut Vika, penggemar K-pop sejak tiga
tahun lalu, menyebut statement tersebut salah. Pasalnya selama ia
menjadi Kpopers tak pernah ia temukan rekan sesama Kpopers mengatakan atau
bertindak layaknya orang yang melupakan kebudayaan tempat ia lahir dan
dibesarkan.
“Definisi melupakan sendiri bagaimana, sih?
Setahu saya melupakan itu meninggalkan sesuatu yang lampau lalu membentuk suatu
hal baru tanpa ada yang tertinggal dari hal lampau.”
Menurutnya Kpopers di era sekarang sudah
pintar dan mengerti bahwa tidak semua rekannya terobsesi lantas lupa dan meninggalkan
kebudayaan lokal. Ia menambahkan menjadi Kpopers bukan hanya karena maraknya
budaya Korea yang masuk ke Indonesia, namun dengan menjadi Kpopers bisa
menyelamatkan mentalnya.
“Kesenangan orang, kan beda-beda karena
sebenarnya orang-orang fanatik terhadap hal-hal yang mereka suka. Kebetulan
saya suka K-pop, beda lagi ceritanya dong kalau saya suka anime.”
Jadi menurutnya salah jika langsung men-judge
Kpopers tidak mencintai tanah air karena selera itu tidak bisa dipaksakan.
Contoh kecilnya saja makanan, banyak jenis makanan mulai dari Chinese food,
Japanese food, Indian food, termaasuk juga K-food. Begitupun selera musik, ada
dangdut, rock, jazz, RnB, atau pop.
“Semua orang bebas memilih apa yang mereka
suka dan apa yang mereka mau.”
Jika harus dipaparkan peran Kpopers
terhadap Indonesia bisa dijelaskan melalui peristiwa kala ulang tahun Jimin
(salah satu anggota boyband BTS) Kpopers di Indonesia sepakat mengadakan
penanaman mangrove sebagai bentuk peduli terhadap keseimbangan di daerah
pesisir laut. Hal itu menunjukkan kepedulian Kpopers terhadap lingkungan itu
nyata.
Tak hanya itu, saat terjadi gempa bumi di
NTT, Kpopers menunjukkan aksi sosial mereka dengan menaikkan tagar #prayforNTT
sehingga berita tersebut terangkat ke publik dan diketahui dalam skala nasional.
Dalam hal ini terbukti Kpopers memiliki kemampuan dalam mendesakkan atau mempengaruhi isu
publik.
“Inisiatif itu bisa muncul karena contoh
langsung dari idol kami. Mereka telah menunjukkan terlebih dahulu kepedulian
mereka terhadap masyarakat, kami menirunya.
Budaya saling tolong menolong dan membantu
ini sudah banyak dilakukan oleh Kpopers, seperti saat terjadi musibah di
Indonesia. Kpopers tak ragu untuk menggalangkan dana guna membantu korban yang
terimbas.
“Intinya kami masih cinta tanah air, kami
masih bangga menggunakan batik, menggunakan Bahasa Indonesia, mempelajari
sejarah Indonesia, ataupun melestetarikan budaya Indonesia lain. Dilihat dari
kontribusi kami terhadap negeri maka adil jika saya menyebut kami para KPopers
masih dan tetap mencintai tanah air.”
Widiatanti
22041184132
Comments
Post a Comment